Harmoni di Atas Samudra Awan

 

"Dalam ketenangan, tersimpan kekuatan yang tak tergoyahkan."

Setelah embun pertama selesai ia tebarkan, Dewi Ayudia tidak langsung beristirahat. Ia melangkah ringan di atas gumpalan awan yang seputih kapas, menuju perbatasan antara langit utara dan selatan.

Di sana, angin bertiup lebih kencang, menantang ketenangannya. Ayudia berhenti sejenak. Ia merasakan pusaran angin yang tidak beraturan mulai mengganggu kedamaian para penghuni langit.



Tanpa keraguan, ia memasang kuda-kuda yang kokoh namun tetap terlihat gemulai. Gerakannya presisi, mengalir seperti aliran air namun memiliki kekuatan tersembunyi yang mantap—seperti seorang pendekar yang memahami setiap jengkal ruang dan waktu.

Satu hentakan lembut kakinya membuat gelombang tak kasat mata menyebar, menenangkan badai yang hampir terbentuk. Tangannya bergerak melingkar, menangkap angin yang liar dan mengubahnya menjadi sepoi-sepoi yang menyejukkan.

"Keindahan bukan berarti tanpa perlawanan," bisiknya pada angin yang kini telah patuh di ujung jarinya. "Justru dalam ketenangan, tersimpan kekuatan yang tak tergoyahkan."

Langit pun kembali bersih, menyisakan warna biru yang begitu dalam, seolah-olah Ayudia baru saja membersihkan cermin raksasa agar dunia di bawah sana bisa melihat pantulan harapan yang jernih.


Pesan dari Dewi Langit:

"Seperti langit yang luas, hatimu harus cukup lapang untuk menerima badai, namun cukup kuat untuk tetap membiru setelah semua kekacauan berlalu."


"Bagaimana Sang Dewi Melawan nya.? saksikan kelanjutan video nya,, 

[eps: 2] Perlawanan Sang Dewi "

Post a Comment for "Harmoni di Atas Samudra Awan"