JURUS KHAS DAN FILOSOFI ISMD PUTRA SETIA

ilustrasi jurus khas psn ismd putra setia


ISMD Putra Setia memiliki kurikulum jurus yang sangat kental dengan nilai-nilai spiritual dan keagamaan, sesuai dengan filosofi pendiriannya untuk menjadikan anggotanya setia kepada Tuhan, orang tua, dan negara.

1. Jurus Syahadat (Awal)

Penciptaan : Jurus ini diciptakan oleh Guru Besar Abang As (H. Muhammad Mukhtar Hasfullah) pada awal tahun 1989, setelah ISMD resmi bergabung dengan IPSI.

Jumlah Gerakan : Awalnya, Jurus Syahadat terdiri dari 30 gerakan.

Filosofi : Makna dari jurus ini adalah agar anggota ISMD Putra Setia dalam mengamalkan ilmunya selalu mengingat Allah dan meneladani Nabi Muhammad SAW.

Angka 30 gerakan mengambil hikmah dari 30 juz Al-Qur'an, yang bermakna bahwa anggota harus selalu berpedoman pada Al-Qur'an dan Hadits.

2. Perkembangan Jurus Utama

Seiring waktu, jurus-jurus perguruan ini berkembang menjadi 7 jurus utama, dengan masing-masing jurus terdiri dari 30 gerakan.

Filosofi 7 Jurus : Angka 7 jurus ini merujuk pada "tujuh ayat yang berulang-ulang" yaitu Surat Al-Fatihah (Ummul Qur'an atau Induk Al-Qur'an).

Makna filosofisnya adalah bahwa ilmu ISMD Putra Setia diharapkan menjadi induk dari berbagai aliran pencak silat, dan gerakannya dilakukan secara berulang-ulang untuk memperkuat pengamalan.

3. Jurus Spesial (Empat Penjuru dan Tenaga Dalam)

Di dalam rangkaian 7 jurus tersebut, terdapat jurus khusus yang dikenal sebagai Jurus Empat Panser atau Jurus Empat Penjuru, serta Jurus Tenaga Dalam.

Jurus Empat Penjuru kemungkinan merujuk pada penguasaan wilayah pertahanan dari segala arah dan juga sering dikaitkan dengan konsep spiritual dalam budaya Nusantara.

Pengembangan tenaga dalam juga menjadi bagian integral dari kurikulum untuk menguatkan fisik dan spiritual anggota.

Catatan Penting : Sebelum memiliki jurus khas, kegiatan awal perguruan ini berupa pengajian dan olah tubuh yang disebut "Gerakan Pembawaan Diri", serta pengobatan penyakit.

Hal ini menunjukkan fokus spiritual dan pengabdian masyarakat yang sudah ada sejak awal.

______________________________________




Kegiatan Terkini dan Pembinaan Anggota

Kegiatan ISMD Putra Setia tidak hanya berfokus pada pelatihan fisik, tetapi juga pada pembinaan karakter, moral, dan keagamaan.

1. Pembinaan Keagamaan dan Akhlak

Rutin : Anggota Putra Setia sangat ditekankan untuk melaksanakan Sholat wajib 5 waktu, mengaji, serta menjaga akidah, akhlak, dan adab.

Tabligh Akbar : Perguruan ini rutin mengadakan acara keagamaan, seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang seringkali diisi dengan Tabligh Akbar untuk memperkokoh Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam).

Silat sebagai Media Syiar : Pencak silat digunakan sebagai media untuk syiar (penyebaran ajaran) dan dakwah, menanamkan kedisiplinan dan nilai-nilai agama.

2. Kegiatan Organisasi dan Latihan Gabungan

Latihan Gabungan (Latgab) : Secara rutin, cabang-cabang ISMD Putra Setia (seperti Cabang Kabupaten Bekasi) mengadakan Latihan Gabungan yang melibatkan berbagai ranting.

Tujuannya adalah menjaga silaturahmi, kekompakan, dan menguji kemampuan fisik serta jurus.

Kepemimpinan Baru : Pada Desember 2023, PSN ISMD Putra Setia mengukuhkan Ketua Umum baru, Novita Muchtar Hasfullah.

Hal ini menunjukkan regenerasi kepemimpinan yang siap membawa perguruan menghadapi tantangan zaman, khususnya dalam mendidik Generasi Z agar beragama dan berakhlak.

3. Pengabdian Masyarakat

Santunan : Acara-acara perguruan seringkali diselipkan dengan kegiatan sosial seperti santunan anak yatim dan dhuafa, menunjukkan komitmen mereka terhadap masyarakat.

Intinya, ISMD Putra Setia bukan hanya tempat belajar bela diri, tetapi juga lembaga pendidikan karakter yang berbasis agama, mengintegrasikan gerakan silat yang khas dengan nilai-nilai spiritual dalam setiap aspek latihannya.





Post a Comment for " JURUS KHAS DAN FILOSOFI ISMD PUTRA SETIA"